Saat
ini kemajuan teknologi digital sudah mulai berkembang dengan pesat.
Perkembangan ini ditandai dengan peningkatan perluasan jaringan internet. Jaringan
internet dapat mempermudah manusia untuk melakukan kegiatan interaksi satu sama
lain, tidak terhalang oleh jarak dan waktu. Selain interaksi, jaringan internet
juga dapat mempermudah manusia untuk mendapatkan informasi. Sebanyak 120 juta
penduduk Indonesia menggunakan jaringan internet melalui perangkat mobile dan
dalam seminggu, aktivitas online mencapai 37 persen (Pamungkas, 2019:iv). Hal
tersebut di era sekarang ini disebut sebagai disrupsi teknologi digital, ini
merupakan sebuah fenomena yang merubah kebiasaan manusia bermula menggunakan
teknologi konvensional dan kemudian menggunakan teknologi digital.
Disrupsi
adalah sebuah bentuk perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Disrupsi juga
merubah teknologi lama yang lebih banyak menggunakan fisik ke teknologi digital
dan menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, lebih bermanfaat, serta lebih
efisien dan cepat. Perubahan teknologi yang dihasilkan berawal dari berbagai
penelitian sampai pada titik menemukan sebuah inovasi atau temuan baru.
Terdapat
banyak sekali bentuk disrupsi yang sudah terjadi saat ini. Seperti salah satu
contoh yaitu terjadi pada lingkup e-comerce dengan kemunculan aplikasi Lazada,
Shoope dan Tokopedia. Dari berbagai temuan baru ini dapat merubah kebiasaan
manusia yang sebelumnya ketika ingin berbelanja kita harus datang secara
langsung te tempat perbelanjaan dan dapat menguras tenaga serta waktu. Saat
ini, kita cukup beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan dapat dengan mudah
berbelanja melalui aplikasi e-comerce tersebut tanpa menguras tenaga dan waktu
yang lebih.