Jumat, 08 Oktober 2021

Disrupsi Teknologi Digital ( Tulisan Rafliansyah Permana Putra)

    Saat ini kemajuan teknologi digital sudah mulai berkembang dengan pesat. Perkembangan ini ditandai dengan peningkatan perluasan jaringan internet. Jaringan internet dapat mempermudah manusia untuk melakukan kegiatan interaksi satu sama lain, tidak terhalang oleh jarak dan waktu. Selain interaksi, jaringan internet juga dapat mempermudah manusia untuk mendapatkan informasi. Sebanyak 120 juta penduduk Indonesia menggunakan jaringan internet melalui perangkat mobile dan dalam seminggu, aktivitas online mencapai 37 persen (Pamungkas, 2019:iv). Hal tersebut di era sekarang ini disebut sebagai disrupsi teknologi digital, ini merupakan sebuah fenomena yang merubah kebiasaan manusia bermula menggunakan teknologi konvensional dan kemudian menggunakan teknologi digital.

Disrupsi adalah sebuah bentuk perubahan dari sistem lama ke sistem baru. Disrupsi juga merubah teknologi lama yang lebih banyak menggunakan fisik ke teknologi digital dan menghasilkan sesuatu yang benar-benar baru, lebih bermanfaat, serta lebih efisien dan cepat. Perubahan teknologi yang dihasilkan berawal dari berbagai penelitian sampai pada titik menemukan sebuah inovasi atau temuan baru.

Terdapat banyak sekali bentuk disrupsi yang sudah terjadi saat ini. Seperti salah satu contoh yaitu terjadi pada lingkup e-comerce dengan kemunculan aplikasi Lazada, Shoope dan Tokopedia. Dari berbagai temuan baru ini dapat merubah kebiasaan manusia yang sebelumnya ketika ingin berbelanja kita harus datang secara langsung te tempat perbelanjaan dan dapat menguras tenaga serta waktu. Saat ini, kita cukup beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan dapat dengan mudah berbelanja melalui aplikasi e-comerce tersebut tanpa menguras tenaga dan waktu yang lebih.


Disrupsi Teknologi Digital ( Tulisan Rafliansyah Permana Putra)

     Saat ini kemajuan teknologi digital sudah mulai berkembang dengan pesat. Perkembangan ini ditandai dengan peningkatan perluasan jaringa...